"Saya tidak percaya dengan tes Labfor. Coba periksa di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo saja. Di sana banyak ahlinya," ujar Yudi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/1).
Yudi mengatakan, autopsi terhadap jenazah Mirna oleh polisi dinilai terlambat. Ia mempertanyakan kenapa Mirna baru diautopsi setelah meninggal selama tiga hari. Pasalnya, kesalahan pada hasil forensi juga bisa mempengaruhi polisi dalam menyimpulakan kasus kematian Mirna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau penyelidikan ke Jessica buktinya apa?," ujar Yudi.
"Emang dia siapa minta autopsi ulang? Kenapa? Takut?," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.
"Dia takut jadi tersangka apa? Ya kalau sampai meminta-meminta dia takut apa? Kan saya tidak menyebut dia (Jessica) tersangka saat ini," ujar Krishna.
Sebelumnya, nama Jessica santer dikaitkan dengan kematian Mirna usai meminum kopi di Olivier Cafe, Grand Indonesia Mall, Jakarta, Rabu (6/1) lalu. Jessica bertemu dengan Mirna dan seorang temannya yang lain bernama Hani di kafe tersebut untuk bercengkrama.
Hasil autopsi yang lakukan tim Forensik menunjukkan bahwa terdapat zat korosif jenis sianida yang diduga menyebabkan Mirna meninggal. (bag/bag)