Polisi mengklaim telah mengantongi bukti kuat keterlibatan Bahrun dalam peristiwa yang memakan empat korban jiwa dan menewaskan empat pelaku ini. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyebut ada pengakuan dari saksi-saksi yang memperkuat informasi intelijen Polri.
Ketika ditanyai apakah ada bukti fisik, apakah itu pesan tertulis atau sadapan percakapan, Polri enggan mengungkapkan. "Masih dirahasiakan," ujar Anton di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Polisi Buat Sketsa Pelaku Ancaman Teror Bali |
Dia juga mengatakan Bahrun Naim mengepalai sedikitnya dua kelompok teror. Pertama, kelompok Solo yang diduga pimpinan Abu Jundi yang sudah tertangkap, dan kelompok Bekasi.
Dari perbincangan dengan teman-teman yang mengikuti kasus teror di Thamrin, Jibriel menduga garis komando besar kemungkinan bukan ada pada Bahrun Naim.
"Beliau (Bahrun Naim) bukan dalang pelaku teror di Thamrin,” kata Jibriel.
Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan ada tiga tokoh warga Indonesia yang berpengaruh di kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka adalah Bachrumsyah, Abu Jandal dan Bahrun Naim.
Badrodin menyebut di antara ketiganya, Bahrun Naim adalah tokoh yang terkuat. Sementara yang terlemah adalah Abu Jandal. Karena itu, dia meyakini Bahrun adalah orang yang menjadi dalang teror Jakarta.
Badrodin tegas menampik dugaan itu. Namun, ketika ditanyai apakah Bahrun berkomunikasi dengan Aman atau Santoso, Badrodin belum bisa memastikan. (pit)