"Dia (Rico) menguasai peredaran narkoba di Berlan dan Tanah Tinggi," ujar Badrodin seperti dilansir Detikcom, Sabtu (23/10).
Rico juga disebut pimpinan sindikat jaringan narkotik. Dia, menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Eko Daniyanto, berperan sebagai pengguna dan pengaman peredaran narkotik di wilayahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rico tewas diberondong timah panas aparat lantaran melawan dengan senjata api saat akan ditangkap. Pistol yang digunakan Rico merupakan milik Inspektur Satu Prabowo yang direbut saat penggerebekan Senin.
Semasa hidupnya, Rico disebut warga sering mengancam, bahkan menganiaya setiap orang yang tidak memenuhi permintaannya.
Suyatni, penjual pulsa yang berada tak jauh dari lokasi tempat tinggal Rico, mengatakan pernah diancam. Kala itu Rico meminta sejumlah uang darinya untuk alasan tak jelas.
"Dia minta uang terus. Saya tidak tahan. Sampai-sampai saya pernah berantem sama dia," ujar Suyatni.
Rico merupakan salah satu orang yang menyerang polisi yang akan melakukan penggerebekan di rumah bandar narkotik di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur, Senin lalu.
Dalam peristiwa tersebut, seorang polisi dan informan tewas karena berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke sungai.
(agk)