“Saksi kunci ini akan kami mintai keterangan. Kalau saya katakan siapa, nanti pelakunya bisa menyiapkan berbagai alibi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Jakarta.
Krishna menyatakan, saksi kunci yang dipanggil hari ini amat penting. “Keterangannya diperlukan untuk menguatkan keterangan sebelumnya. Ada juga keterangan lain yang perlu kami tanyakan lagi.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Alat bukti sudah kuat. Dari minimal dua alat bukti yang harus dikantongi, kami bahkan sudah memiliki empat alat bukti,” ujar Krishna.
Namun sampai sekarang, hampir tiga minggu penyelidikan berjalan, polisi belum menetapkan tersangka. Itu di luar target waktu yang ditetapkan Kepolisian sendiri.
Dari ekspose itu nantinya akan diputuskan apakah kasus Mirna sudah siap untuk dibawa ke pengadilan atau tidak. (Simak terus Fokus: SIAPA TERSANGKA KASUS MIRNA?)
Motif pelaku membubuhi kopi Mirna dengan sianida pun telah ditelusuri polisi. “Kami sandingkan motif A, B, dan C untuk memudahkan proses penyidikan. Tunggu saja. Saat tersangka sudah ditetapkan, maka akan diketahui motifnya,” kata Krishna.
Pekan lalu, Krishna menyebut salah satu saksi kunci kasus Mirna ialah pembantu Jessica yang berinisial SR. Sementara Jessica Kumala Wongso merupakan sahabat Mirna yang juga menyaksikan detik-detik terakhir hidup Mirna.
SR saat ini ditempatkan di lokasi khusus. Ia dianggap mengetahui beberapa hal yang dianggap bisa membantu penyelidikan. Salah satunya terkait celana panjang milik Jessica yang dibuang usai Mirna tewas.
Kepada polisi, SR mengaku diperintah Jessica membuang celana yang dikenakan majikannya itu ketika bertemu Mirna di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta.
Di antara mereka bertiga, Jessica tiba lebih dulu di Olivier sekitar pukul 16.00 WIB. Ia langsung memesan minuman untuknya sendiri, Hani, dan Mirna.
Mirna dipesankan es kopi vietnam, sedangkan Jessica dan Hani cocktail dan fashioned fazerac. Kopi Mirna datang paling akhir, sekitar 40 menit setelah minuman Jessica dan Hani dihidangkan.
Namun baru satu sedotan, Mirna mengeluh sakit. Ia kemudian kolaps hingga akhirnya meninggal di rumah sakit.