"Apakah pergantian Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Golkar yang semula (dijabat) Tantowi Yahya menjadi Meutya Hafid, dan dari unsur Fraksi PDIP Tubagus Hasanudin dapat disetujui?" ujar Fadli Zon melontarkan pertanyaan di ruangan rapat Komisi Pertahanan DPR, Jakarta, Senin (1/2).
"Setuju," jawab 27 anggota Komisi Pertahanan yang hadir saat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan masuknya dua pemimpin baru Komisi I ini, maka jajaran pimpinan Komisi Pertahanan DPR saat ini adalah Mahfudz Siddiq (PKS) sebagai Ketua, dan Asril Tanjung (Gerindra), Hanafi Rais (PAN), Tubagus Hasanudin (PDIP) serta Meutya Hafid (Golkar) sebagai Wakil Ketua.
Pergantian pimpinan Komisi I dari Meutya Hafid ke Tantowi Yahya termaktub dalam Surat Keputusan Fraksi Golkar Nomor SJ.00 708/FPG/DPR RI/I/2016 yang ditandatangani Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Golkar pada 21 Januari 2016.
Tantowi kini menjadi anggota Komisi Pertahanan dan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP). Ia tak hadir dalam penetapan pimpinan baru Komisi I itu.
"Sedang berada di Bandung," ujar Tantowi saat dikonfirmasi.
Kehadiran Hasanuddin di jajaran pemimpin Komisi I ialah untuk mengisi kursi pimpinan alat kelengkapan dewan yang menjadi jatah Koalisi Indonesia Hebat.
Sebelumnya, kursi pimpinan Komisi I hanya berjumlah empat yang seluruhnya diisi oleh Koalisi Merah Putih. Namun pada 17 November 2014, KIH dan KMP sepakat menambah satu kursi pimpinan di setiap alat kelengkapan dewan yang diberikan untuk KIH. (agk)