Jalur Penghubung Kota di Sumatera Barat Putus Akibat Banjir

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Senin, 08/02/2016 10:45 WIB
Hujan deras mengakibatkan banjir yang merendam jembatan penghubung kota Payakumbuh dan Pekanbaru. Longsor akibat hujan juga menewaskan enam orang. Ilustrasi (CNNIndonesia/Astari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jalur penghubung Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, dan Pekanbaru, Riau, lumpuh total akibat hujan yang terus turun di kawasan tersebut sejak Jumat (5/2) lalu. Kelumpuhan terjadi akibat putusnya dua jembatan penghubung kabupaten setelah diterjang banjir akibat hujan deras sejak beberapa hari lalu.

"Banjir menyebabkan 2.000 unit rumah terendam banjir hingga 1,5 meter dan 100 hektar sawah setinggi 1 meter. Dua jembatan kabupaten putus, lalu lintas Payakumbuh-Pekanbaru lumpuh total. Saat ini kondisi masih hujan dan menyebabkan kesulitan penanganan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/2).
Berdasarkan keterangan Sutopo, hingga saat ini telah terjadi musibah banjir dan longsor di empat Kabupaten Sumatera Barat akibat hujan yang terus menerus turun. Banjir dan longsor terjadi di Kota Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten 50 Koto.

Sutopo mengatakan, hingga saat ini telah jatuh enam korban akibat bencana longsor di Sumatera Barat. Korban berjatuhan setelah longsor terjadi di tiga kecamatan pada Kabupaten Solok Selatan.


"Banjir dan longsor menyebabkan jalan Muaralabuh-Padang Aro Kerinci putus total. Longsor menimpa rumah warga sehingga enam orang tertimbun longsor pada Sabtu (6/2) pukul 20.00 WIB. Dua orang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan empat orang masih tertimbun dan dalam proses pencarian," ujar dia.
Korban jiwa karena banjir juga muncul di Kecamatan Pangkalan Nagari, Kabupaten 50 Koto. "Satu orang hanyut dan ditemukan tewas pasca 100 rumah terendam banjir hingga 1 meter," ujarnya.

Sutopo berkata, hujan yang masih turun hingga saat ini mengakibatkan penanganan musibah banjir dan longsor terhambat.

Namun, posko darurat sementara dikabarkan sudah didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, Polri, PMI, Badan SAR Nasional, dan Pemerintah setempat. (den)