Ahok, sapan Basuki, menyatakan saat ini setidaknya ada 1.086 saluran penghubung yang tersebar di seluruh penjuru DKI Jakarta. Semua saluran tersebut terus diupayakan berjalan dan bersih dari sampah agar tidak muncul genangan ataupun banjir di Jakarta.
"Teorinya adalah usahakan air tersebar merata, jadi 1086 saluran penghubung harus jalan dan bersih," kata Basuki saat ditemui di Taman Jagakarsa, Selasa (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tanggul belum siap dan pompa belum berfungsi maka bisa agak lama (air surut)," lanjut dia.
Oleh sebab itu dia menargetkan Maret atau April 2016 alat berat untuk menembus saluran yang ditutupi semen bisa diberikan ke kelurahan-kelurahan.
"Yang belum terhubung adalah saluran yang ditutupi semen, kami harap Maret atau April akan datang breaker (alat berat) di kelurahan," ujar Ahok.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tampaknya sudah siap untuk menghadapi puncak musim hujan yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika akan terjadi di akhir Januari 2016 dan awal Februari 2016. Salah satu persiapan yang ditunjukkan adalah dengan membenahi pompa-pompa air yang ada.
Kepala Dinas PU Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan setidaknya di Jakarta ada lebih dari 400 pompa air yang siap digunakan untuk menghadapi potensi banjir. 400 lebih pompa tersebut terdapat di lima Kota Administrasi yang ada di Jakarta.
"Jumlahnya saya hitung ada 453 pompa air, ditambah 150 rumah pompa yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta," kata Teguh.
Teguh menjelaskan pompa-poma tersebut tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Dia pun menambahkan bahwa hampir seluruh pompa tersebut bisa digunakan dan tak ada masalah kerusakan.
Lihat juga:Beragam Antisipasi Banjir Jakarta |