"Pilot sempat dirawat di RSSA namun akhirnya meninggal, sedangkan kopilot Serma Syaiful masih dalam pencarian dan kabarnya selamat," kata Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Mayor Sus Hamdi Londong Allo SS, seperti dilansir Antara, Rabu (10/2).
Meninggalnya pilot Super Tucano itu membuat total korban tewas bertambah menjadi tiga orang. Dua lainnya ialah warga sipil yang rumahnya tertimpa badan pesawat, yakni Ernawati atau Nyonya Mujianto, pemilik rumah di Jalan Laksda Adisucipto, Blimbing, Malang; serta Nurcholis, pria yang indekos di rumah Ernawati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polres Kota Malang sampai menurunkan 100-200 personel untuk membantu evakuasi. Meski demikian, evakuasi dilakukan sepenuhnya oleh TNI AU.
Armada Super Tucano termasuk yang dikerahkan TNI AU dalam latihan militer di wilayah perbatasan RI seperti Kepulauan Natuna.
Super Tucano ditemukan menimpa rumah warga pada pukul 10.07 WIB setelah hilang kontak 10 menit sebelumnya, pukul 09.57 WIB. Pesawat jatuh di permukiman padat penduduk tak jauh dari Lanud Abdul Rachman Saleh.
Pesawat jatuh saat uji terbang usai pemeliharaan. Super Tucano nahas ini memiliki 300 jam terbang dan menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam kondisi layak.