"Saya sudah konfirmasi ke Menko Polhukam, tidak benar mereka membuka perwakilan yang katanya didukung untuk gerakan papua merdeka," ujar Johan di Jakarta, Rabu (17/2).
Johan menuturkan, pemerintah tidak menyetujui upaya-upaya memisahkan Papua dari Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan sebelumnya, Gerakan Pembebasan Papua membuka kantor di Wamena, awal pekan ini. Pendirian kantor itu disebut didukung Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare.
"Penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu termasuk yang menjadi prioritas kami. Kami akan mendekati masyarakat Papua di lapangan," ucap Andogo.
Andogo memaparkan, pendekatan itu akan berwujud pengajaran nilai-nilai Pancasila kepada warga Papua. Pancasila, menurutnya, dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dan meminimalkan keinginan memerdekakan diri.
"Sekarang bagaimana mengalahkan keinginan mereka untuk merdeka. Mereka berpikirnya merdeka, pada dasarnya kami lawan itu," kata Andogo.
"Kenapa mereka senang dengan misionaris? Karena misionaris hadir di sana tapi tidak menjadikan mereka sebagai orang barat tetapi sebagai orang Papua," ujar Febry. (abm)