"Politik kan dinamis. Bisa jadi konsisten tapi bisa juga ada fraksi yang berubah," ujar Dadang Rusdiana saat dihubungi, Kamis (18/2).
Namun, dia menilai sikap Presiden Joko Widodo menjadi hal terpenting bagi fraksi, terutama partai pendukung presiden, dalam menentukan sikap mendukung atau menolak pembahasan lebih lanjut mengenai rencana revisi UU KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau presiden firm, bisa lanjut. Tapi kalau tidak, kami tidak berani mengambil resiko. Apa yang disampaikan presiden sangat menentukan," katanya.
Dadang menduga adanya politisasi dari penundaan kali ini. Dia mengingatkan masih adanya dua Fraksi Gerindra dan Fraksi Demokrat yang menolak pembahasan lanjut revisi UU KPK.
"Pak Agus Hermanto (Demokrat) dan Pak Fadli Zon (Gerindra) kan fraksinya menolak. Jadi ini teknis yang situasinya dimanfaatkan," katanya. (pit)