Pimpin Apel Perdana, Pasha 'Ungu' Berang Ditertawakan PNS

Gilang Fauzi, CNN Indonesia | Kamis, 18/02/2016 15:12 WIB
Pimpin Apel Perdana, Pasha 'Ungu' Berang Ditertawakan PNS Pentolan grup band Ungu, Sigit Purnomo Said, sebelum mencalonkan diri sebagai Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (23/7). (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo alias Pasha 'Ungu' berang mendapati ratusan aparatur sipil menertawakan dirinya saat hendak memasuki mimbar upacara dalam apel kesadaran di Balai Kota Palu, Kamis (18/2).

Pasha meluapkan emosinya dalam upacara perdana yang dia pimpin. Kemarahan Pasha membungkam sekitar 1.500 peserta upacara yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemerintahan Kota Palu.

"Apa motif saudara-saudara tertawa saat saya memasuki mimbar upacara," kata mantan vokalis band Ungu itu saat mendapat kesempatan memberikan sambutan sebagai pemimpin apel, seperti dikutip Antara. Upacara itu merupakan pengalaman pertama bagi Pasha memimpin apel setelah dilantik menjadi Wakil Wali Kota Palu pada Rabu (17/2). Mengenakan kemeja Korpri lengan panjang dan berkopiah hitam, Pasha pun lantas berusaha menjabarkan makna di balik apel kesadaran.

Menurut Pasha, apel yang dia pimpin merupakan seremoni untuk membangkitkan kesadaran pegawai. Dia tersinggung melihat pegawai yang terbahak-bahak saat dia hendak memulai jalannya upacara.


"Saya malu karena ada yang tertawa terbahak-bahak saat saya masuk. Next, saya tidak mau ini terulang lagi. Polisi Pamong Praja harus mengecek yang tertawa itu. Jelas?" ujarnya dengan nada tinggi karena emosi.
Tak sedikit pegawai yang menyayangkan luapan emosi Pasha dalam apel akbar tersebut. Sebagai figur publik, Pasha dianggap seharusnya bisa menjalin komunikasi lebih cair dengan jajaran pegawai Pemkot yang dia pimpin.

"Nah, banyak sekali pegawai di sini yang baru pertama kali melihat wajahnya secara langsung, sehingga spontan menyambut dengan tawa karena gembira saat beliau pertama kali naik podium," ujar seorang PNS senior.

Meski demikian, ada pula yang menyambut baik ekspresi kemarahan Pasha. Luapan emosi mantan artis itu dinilai sebagai bentuk peringatan tegas agar pegawai bisa lebih berdisiplin dalam mengikuti acara-acara resmi.

"Hanya seyogianya, teguran seperti ini hendaknya disampaikan tidak dengan nada keras dan emosional seperti itu. Kan bisa dikemukakan dengan ucapan yang lebih halus tanpa harus teriak-teriak di microphone," kata pegawai lainnya yang disambut anggukan rekan-rekannya.
(Antara)