Ratusan personel pasukan elite Polri itu diterjunkan untuk memburu kelompok Santoso di pegunungan Poso. Sebelumnya kontak senjata terjadi di Gunung Langka, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah, antara aparat kepolisian dengan kelompok Santoso. (Baca: Polisi dan Kelompok Sipil Bersenjata Baku Tembak di Poso)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baku tembak antara kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso kembali terjadi sejak Selasa (18/8) hingga Rabu (19/8). Dalam kontak senjata itu, Bado, seorang anggota kelompok sipil bersenjata itu tewas ditembak aparat saat penyergapan di Gunung Auma dan Gunung Langka. (Baca: Densus 88 Tangkap Dua Anak Buah Teroris Santoso)
Menurut Idham, Bado adalah satu dari puluhan terduga teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang. “Bado juga diduga terlibat dalam sejumlah kasi kekerasan bersenjata di Poso,” ujarnya.
Dalam peristiwa kontak senjata itu, selain menewaskan satu anak buah Santoso, seorang anggota polisi juga terkena tembakan. (Baca: Kapolri Benarkan Ada Satu Polisi Tertembak di Poso)
Pihak kepolisian meyakini Santoso alias Abu Wardah yang memimpin anak buahnya saat baku tembak di Gunung Langka pada Rabu kemarin.
Idham menuturkan, dalam kontak senjata, Santoso yang bersama anak buahnya berjumlah sekitar 30 orang dilengkapi dengan senjata penghancur tank dan ratusan bom. Dalam penyergapan di kamp persembunyian di Gunung Langka itu Santoso kembali berhasil lolos. (obs/obs)