Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, beberapa spanduk yang terpasang di Jalan Kepanduan II, Pejagalan, Jakarta Utara telah dicopot dari tempatnya oleh penduduk setempat saat ini. Spanduk dicopot karena warga Kalijodo merasa tak membutuhkan ganti rugi dari Pemprov DKI Jakarta.
Menurut kuasa hukum warga Kalijodo Razman Arif Nasution, penghuni kawasan tersebut hanya ingin penggusuran tidak dilakukan. Masyarakat ingin tetap hidup di Kalijodo sehingga mereka berani menurunkan spanduk yang ternyata dipasang atas perintah Daeng Aziz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razman berkata, masyarakat akan bersikeras menempati Kalijodo sampai Pemprov DKI Jakarta membuka pintu dialog bersama mereka. Jika dialog telah tercipta, perubahan sikap warga Kalijodo diakui dapat terjadi.
Dalam kesempatan yang sama Razman berkata bahwa penolakan masyarakat terhadap permintaan ganti rugi menunjukkan bahwa mereka tidak menganggap Aziz sebagai koordinator untuk mengatasi kisruh Kalijodo.
"Rakyat punya sikap sendiri. Itu membuktikan bahwa Pak Daeng Aziz bukan provokator, bukan koordinator," ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang dikabarkan akan segera menggusur kawasan Kalijodo dalam waktu dekat. Sebelum digusur, masyarakat terlebih dahulu diberi kesempatan untuk pindah secara sukarela mulai hari ini.
Jika mereka tak pindah hingga 11 hari kedepan, maka penggusuran akan tetap dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengklaim penggusuran harus dilakukan karena kawasan Kalijodo saat ini berdiri di atas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di bantaran Kali Angke.
"Semua rusun sudah disiapkan, ada 400 lebih," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta. (yul/yul)