Kecelakaan Mobil Ingatkan Ahok untuk Tertibkan Kalijodo

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Kamis, 18/02/2016 22:17 WIB
Kecelakaan Mobil Ingatkan Ahok untuk Tertibkan Kalijodo Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan keinginan untuk menertibkan kawasan Kalijodo bukan baru tercetus tahun ini. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan keinginan untuk menertibkan kawasan Kalijodo bukan baru tercetus tahun ini. Menurut dia, keinginan itu sudah muncul sejak 2014 silam, tahun di mana terjadi pergantian pucuk pimpinan DKI Jakarta dari tangan Joko Widodo ke Basuki.

Saat itu, kata Basuki, sebenarnya dia ingin menertibkan Kalijodo bersamaan dengan relokasi untuk pembangunan Waduk Pluit. Namun dengan berbagai alasan maka penertiban Kalijodo pun harus ditunda.

"Saya sudah mau tertibkan sejak 2014, tapi saat itu Waduk Pluit belum selesai dan tim intel mengatakan jika mau tertibkan Waduk Pluit, Kalijodo jangan dirobohkan terlebih dahulu," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/2).


Ahok, sapaan Basuki, mengungkapkan dirinya sempat lupa bahwa dia berniat menertibkan kawasan Kalijodo. Namun sebuah kecelakaan yang terjadi di dekat Kalijodo tersebut akhirnya mengembalikan ingatan Ahok untuk menertibkan kawasan yang terletak di perbatasan Jakarta Utara Jakarta Barat tersebut.
"Kecelakaan Fotuner itu membuat saya ingat saja," kata dia.

Sebelumnya, sebuah mobil Fortuner yang seorang pria bernama Riki Agung Prasetyo (24) menabrak sebuah sepeda motor yang dikendarai pasangan suami istri, Zulkahfi Rahman dan Nuraini. Dalam peristiwa tersebut, Zulkahfi dan Nuraini, serta dua penumpang mobil Fortuner bernama Tatang Satriana dan Evi meninggal dunia.

Kala itu, Riki bersama dengan delapan penumpang mobil Fortuner baru saja menghabiskan malam di lokalisasi Kalijodo. Di sana, Riki dan temannya berkaraoke dan menenggak minuman beralkohol hingga sepuluh botol.

Selain itu, hasil tes urine, Riki juga diketahui positif mengonsumsi narkoba. Kini, Riki sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.
Ahok menjelaskan penertiban bantaran sungai semacam itu memang tak bisa dilakukan secara bersama-sama, melainkan harus bertahap. Setelah membersihkan Waduk Pluit, dia ingin agar jalan pompa dan jalan tembus yang ada di utara selatan barat dan timur agar bersih.

Saat ini, fokus lain penertiban selain Kalijodo adalah kawasan Muara Baru. Jika itu selesai maka Kalijodo pun pasti dia akan bersihkan.

"Jadi sekarang tinggal yang ke arah Muara Baru yang belum, jika sudah beres baru masuk ke Kalijodo," ujarnya. (bag)