Terduga Teroris di Tangerang Terlibat Bom Cimanggis 2004

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Senin, 22/02/2016 13:15 WIB
Terduga Teroris di Tangerang Terlibat Bom Cimanggis 2004 Terduga teroris yang ditangkap di Tangerang pernah terlibat dalam aksi teror di Cimanggis. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan terduga teroris berinisial DA yang ditangkap di Cisauk, Tangerang, merupakan pengembangan penangkapan enam terduga teroris di Malang, Jawa Timur.

"Penangkapan terhadap DA merupakan pengembangan dari penangkapan kita pada hari Jumat sebelumnya," kata Agus di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (22/2).

Agus berkata, salah satu dari enam terduga teroris yang ditangkap di Malang, berkaitan dengan DA. DA, kata Agus merupakan pegawai swasta berusia 39 tahun.

"Salah satu diantara mereka terkait dengan DA ini, yaitu Abu Gar alias A," ujar Agus.


DA menurutnya diduga kuat terkait dengan peristiwa bom Cimanggis pada tahun 2004 silam. Namun sejauh ini, Agus belum bisa memastikan keterlibatan DA dalam teror Thamrin beberapa waktu lalu.

Menurutnya, peran DA dalam kegiatan teror yang lain masih menunggu hasil pengembangan dan pendalaman Detasemen Khusus 88 Antiteror.

"Peran lebih rinci tentu masih didalami teman-teman Densus 88," kata Agus.

Selain memeriksa peran terduga teror ini, penyidik Densus 88 juga masih meneliti barang bukti yang diamankan dari rumah DA di Perumahan Suradita, Cisauk.

Penangkapan terhadap DA dilakukan kemarin oleh Densus 88 dibantu Gegana dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya kemarin.

Menurut Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Ayi Supardan, selain diduga terlibat dalam teror Thamrin, DAP juga diduga terlibat dalam peristiwa teror hotel JW Marriot.

"Informasinya yang bersangkutan terkait dengan peristiwa bom JW Marriot, Jakarta dan bom Thamrin," kata Ayi seperti diberitakan Detikcom.

Polres Tangerang Selatan menurutnya diminta untuk membantu pengamanan operasi penyergapan.

Ketua RT setempat menyebut DA pernah dipenjara tahun 2012 lalu dan belum lama bebas. Sehari-hari DA membuka usaha praktik kesehatan herbal.

Kasus bom Cimanggis ini terjadi pada 21 Maret 2004 silam. Saat itu, sebuah bom rakitan meledak di dalam rumah kontrakan di Jalan Bhakti, Sukamaju, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Bom berdaya ledak rendah meledak saat ada sembilan orang pria di dalamnya. Mereka diketahui tengah merakit bom tersebut. Sembilan orang tersebut, belakangan dikenal sebagai kelompok Cimanggis, telah dijatuhi hukuman penjara. (sur/sur)