Setelah Diancam, Pondok Pesantren Waria Bekukan Kegiatan

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2016 19:24 WIB
Setelah Diancam, Pondok Pesantren Waria Bekukan Kegiatan Sejumlah polisi berjaga di pintu masuk pondok pesantren wanita pria (waria) Al Faatah di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (19/2). Mendengar kabar bahwa akan ada penyegelan paksa dari sebuah ormas, 35 waria pondok pesantren Al Faatah meninggalkan lokasi. (ANTARA FOTO/Regina Safri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al-Fattah Waria, Sinta Ratri mengatakan pihaknya menghentikan sementara seluruh kegiatan pesantren. Kepada CNN Indonesia, Sinta mengatakan keputusan itu diambil setelah berkonsultasi bersama pengurus dan pembina pondok pesantren.

"Kami memutuskan untuk membekukan kegiatan sampai waktu yang tepat, atas kesepakatan ustadz, kyai pembina ponpes dan para pengurus," ujar Sinta Ratri saat dikonfirmasi CNN Indonesia, Jumat (26/2/2016).

Menurut Sinta, dia belum mengetahui jadwal pondok pesantrennya akan dibuka kembali. Keputusan itu diambil setelah adanya pertemuan antara pengelolan ponpes dengan Front Jihad Islam Yogyakarta pada Rabu (24/2) lalu. Pertemuan itu merupakan kelanjutan dari adanya ancaman penyegelan pondok pesantren waria oleh FJI Yogyakarta pada Rabu (19/2).
Ketika itu sejumlah aparat Kepolisian Sektor Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta turut mengamankan ponpes Al-Fattah waria yang terletak di Kampung Celenan, Dusun Sayangan, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Bantul. Sinta enggan mengomentari lebih lanjut mengenai hal tersebut.


"Bagaimana pun hidup terus berjalan. Biarkan saya istirahat dari hari-hari yang berat seminggu ini," katanya.

Sebelumnya, Komandan FJI Yogyakarta Abdurrahman mengatakan jajarannya mendatangi Ponpes Al-Fattah hanya untuk mengklarifikasi keberadaan Popnpes Waria serta kabar mengenai upaya penyusunan Fiqih Waria oleh pimpinan Ponpes itu. Selain menyoroti penyusunan Fiqih Waria, Dia berharap keberadaan ponpes itu bukan justru sebagai tempat untuk berlindung para waria.
Sinta sempat menegaskan kegiatan yang dilakukan di Ponpes Waria Al-Fattah selama ini adalah ibadah yang sama dilakukan dengan masyarakat lainnya. Dia berharap tidak ada lagi ancaman penyegelan terhadap ponpes yang dipimpinnya. Pendamping Waria di Ponpes itu, Ustadz Arif menambahkan selain kegiatannya wajar, kabar mengenai rencana pembuatan Fiqih Waria itu juga tidak benar. (yul)