Ridwan menyebut banyaknya kontrakan di daerah Depok, Bekasi, dan Tangerang memudahkan para teroris melakukan pergerakan. “Sewa rumah 3 minggu tidak menyulitkan. Pemilik kontrakan tidak akan meminta KTP dari si pengontrak,” kata Riwan ketika dihubungi CNN Indonesia.com, Selasa (1/3).
Biasanya, para teroris ini menetap tidak lebih dari satu bulan. Mereka kata Ridwan terbiasa main kucing-kucingan dengan aparat keamanan karena jika terlalu lama menetap bakal terdeteksi. “Sudah biasa mengendus pergerakan intel,” ujar Ridwan.
Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones mengatakan, pengejaran kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang dilakukan Polri tidak akan mengurangi risiko serangan teror di Jakarta. Menurut Ridwan, lelaki asal Poso yang sudah berbaiat ke ISIS ini didukung anak buah yang berasal dari Bima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sel kedua bernama Mujahidin Indonesia Barat pimpinan Bahrumsyah. Kelompok ini kata Ridwan berasal dari Pamulang, Tangerang Selatan, dan Depok yang dipilih karena Bahrumsyah belum lama ini menikahi tokoh ISIS, Abu Hamza. “Abu Hamza dan Bahrumsyah berada di Suriah,” katanya.
Kelompok keempat yang perlu diwaspadai adalah jamaah Amaniyyum. Kelompik ini merupakan binaan Aman Abdurrahman yang saat ini mendekam di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan. Anggota binaan terdiri dari para residivis teror, pembunuhan, pencurian, dan pemerkosaan. (bag)