"Narapidana terorisme menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan (lapas) deradikalisasi di Sentul, dan rencananya dilakukan pemisahan berdasarkan level," kata Kepala BNPT Komjen Pol. Saud Usman Nasution dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang diselenggarakan BNPT di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (23/2) malam.
Saud mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kategorisasi tingkat radikal narapidana terorisme menjadi dalam empat golongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golongan tiga adalah kategori narapidana terorisme yang bersedia untuk komunikasi, memiliki rasa takut, dan sering dianggap berkhianat oleh kelompoknya. Terdapat 58 narapidana yang masuk dalam kategori tersebut.
"Nanti akan dipisahkan agar mereka yang sudah bersedia untuk diajak berkomunikasi tidak mendapatkan pengaruh dari mereka yang masih memiliki prinsip yang kukuh sehingga mungkin untuk kembali radikal," kata Saud.
Ia menjelaskan bahwa pemisahan narapidana khusus teroris bertujuan agar terpidana teroris tidak bisa menyebarkan paham radikalnya kepada narapidana lain untuk melakukan teror di kemudian hari setelah bebas.
Teknisnya, kata Luhut, bisa dengan membuat penjara sendiri khusus terpidana teroris atau dipisahkan dengan cara dibuat ruangan khusus yang diperuntukkan bagi terpidana teroris. (antara/bag)