Berdasarkan pantauan, nyaris tidak ada lagi bangunan di kawasan Kalijodo, Selasa (1/3) pagi. Satu-satunya yang tersisa adalah Masjid Al-Mubaarokah. Tempat ibadah tersebut masih kokoh berdiri di antara puing-puing bangunan di sekitarnya.
Pagi ini, kawasan Kalijodo yang berada di Kecamatan Penjaringan dipenuhi para pengumpul besi, kayu, dan puing. Mereka berbondong-bondong datang ke kawasan yang dikenal sebagai bekas lokalisasi pelacuran itu untuk mengais sisa reruntuhan bangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biarkan saja mereka mengambil puing itu, kalau itu bisa membantu ekonomi mereka. Kami tidak melarang," ujar Wakil Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko ketika ditemui di Kalijodo.
Lihat juga:Yang Akan Berdiri Setelah Kalijodo Runtuh |
"Selanjutnya ruang terbuka hijau di kawasan ini rencananya akan dibangun RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak), lapangan futsal, dan fasilitas bermain lain sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Yani.
Merujuk pada rencana pemerintah provinsi, taman yang akan dibangun itu memiliki luas 1,5 hektar. Yani berkata, sebelum tahun 2016 berganti, taman itu sudah harus selesai.
Pembangunan taman di kawasan Kalijodo akan dilakukan tanpa alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belandja Daerah DKI Jakarta.
Lihat juga:Wajah Kalijodo Saat Dibongkar Alat Berat |
"Ada beberapa perusahaan yang ketemu saya dan sudah bersedia untuk membangun ini (kawasan Kalijodo). Nanti akan ada foto-foto before and after, sejarahnya (Kalijodo) seperti apa," ucapnya.
Djarot menuturkan, pemasangan foto sebelum dan sesudah penertiban itu bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat. (abm)