Selain Masjid, Seluruh Bangunan di Kalijodo Rata dengan Tanah

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Selasa, 01/03/2016 11:15 WIB
Selain Masjid, Seluruh Bangunan di Kalijodo Rata dengan Tanah Foto pernikahan yang tertinggal di sebuah rumah saat eksekusi penggusuran kawasan Kaljodo, Jakarta Utara, Senin, (29/2) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendirikan sejumlah ruang publik di kawasan itu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembongkaran kawasan Kalijodo yang berada di sepanjang Jalan Kepanduan II, Jakarta Utara dan Jakarta Barat, telah selesai dilakukan. Proses revitalisasi kawasan itu pun saat ini memasuki tahap pembersihan.

Berdasarkan pantauan, nyaris tidak ada lagi bangunan di kawasan Kalijodo, Selasa (1/3) pagi. Satu-satunya yang tersisa adalah Masjid Al-Mubaarokah. Tempat ibadah tersebut masih kokoh berdiri di antara puing-puing bangunan di sekitarnya.

Pagi ini, kawasan Kalijodo yang berada di Kecamatan Penjaringan dipenuhi para pengumpul besi, kayu, dan puing. Mereka berbondong-bondong datang ke kawasan yang dikenal sebagai bekas lokalisasi pelacuran itu untuk mengais sisa reruntuhan bangunan.


Ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta yang berjaga di Kalijodo tidak melarang aktivitas tersebut.

"Biarkan saja mereka mengambil puing itu, kalau itu bisa membantu ekonomi mereka. Kami tidak melarang," ujar Wakil Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko ketika ditemui di Kalijodo.
Yani berkata, Selasa ini institusinya mengerahkan 500 personel untuk mengawasi proses pembersihan Kalijodo dari sampah dan puing bangunan.

Pembersihan tersebut ditargetkan selesai Maret ini. Setelah itu, proses pematangan tanah akan dilakukan sebelum pembangunan taman berjalan.

"Selanjutnya ruang terbuka hijau di kawasan ini rencananya akan dibangun RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak), lapangan futsal, dan fasilitas bermain lain sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Yani.

Merujuk pada rencana pemerintah provinsi, taman yang akan dibangun itu memiliki luas 1,5 hektar. Yani berkata, sebelum tahun 2016 berganti, taman itu sudah harus selesai.

Pembangunan taman di kawasan Kalijodo akan dilakukan tanpa alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belandja Daerah DKI Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan pendanaan proyek itu akan diambil dari tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social reponsibility).

"Ada beberapa perusahaan yang ketemu saya dan sudah bersedia untuk membangun ini (kawasan Kalijodo). Nanti akan ada foto-foto before and after, sejarahnya (Kalijodo) seperti apa," ucapnya.

Djarot menuturkan, pemasangan foto sebelum dan sesudah penertiban itu bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat. (abm/utd)