“Sah-sah saja Pak Ahok sebut saya pesaing terberat. Itu kan pendapat Pak Ahok,” kata Yusril, Rabu (2/3).
Agar memuluskan jalannya menuju DKI-1, Yusril mengaku sedang melakukan pendekatan ke partai-partai politik. Semalam dia bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas. Menurut Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu, wajar jika bila parpol masih mencari figur kandidat yang bakal dijagokannya tahun depan. Parpol katanya memiliki mekanisme internal dalam menjaring siapa calon-calon yang akan dimajukannya. “Melalui seleksi,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara lain yang dilakukan Yusril adalah melakukan pendekatan ke grassroot atau rakyat. Dia beralasan pada saat pemilihan nanti bukannya partai politik yang melakukan pencoblosan. “Tapi rakyat. Mereka yang sedang kami dekati. Suara mereka kami perlukan,” kata dia.
Hal ini dilakukan pria kelahiran Lalang, Manggar, Belitung Timur itu untuk bisa mensosialisasikan siapa dirinya dan apa-apa saja program yang akan dilakukannya jika menjadi orang nomor satu DKI nanti.
Bahkan, ia menyebut pengamat Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra lebih berat dibandingkan Ridwan lantaran pernah mencalonkan diri sebagai calon presiden.
"Beliau (Yusril) yakin sekali karena kakaknya dulu pernah mengalahkan adik saya dengan perolehan suara 51 persen. Mungkin di DKI, dia pikir juga bisa mengalahkan saya dengan suara 50 persen plus satu," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota, Jakarta. (bag)