Berdasarkan hasil analisis sumber gempa bumi dari BMKG, gempa yang terjadi pukul 19.49 WIB Rabu (2/3) tersebut mempunyai mekanisme sumber berupa patahan geser.
Lihat juga:BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami |
Hasil catatan observasi muka laut di Padang dan Cocos Island-Australia terekam kenaikan muka air laut masing-masing 5 cm dan 10 cm.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Berangsur Pulang
Berdasarkan pantauan Komandan Resimen Mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Zilva Yoga, sejak pukul 23.30 Selasa malam, warga yang mengungsi di Limau Manis mulai meninggalkan kampus dan bergerak ke arah bawah kota Padang.
Selama warga mengungsi pihaknya telah mengerahkan 20 orang personil dan berkoordinasi dengan satpam, kepolisian dan BPBD kota untuk mencegah peristiwa yang tidak diinginkan.
"Saat ini satuan pengaman tersebut telah dibubarkan dan kondisi di kampus Unand dinyatakan telah kondusif," ujarnya seperti dikutip Antara.
Di lokasi lain, yakni Indarung, salah satu warga yang memantau Syukri menyebutkan saat ini sudah tidak terjadi kemacetan meski masih ramai dengan kendaraan.
Sementara itu salah satu pengungsi Floruci Tri Septari lebih memilih bertahan di tempat ketinggian atau zona aman hingga pagi.
Dia memilih bertahan guna mengantisipasi adanya gempa susulan, mengingat tempat kosnya berada tepat di zona merah yang menjadi potensi bencana tsunami di kota Padang. (gil)