Mentawai Kembali Diguncang Gempa 5,3 Skala Richter

Bagus Wijanarko, CNN Indonesia | Kamis, 03/03/2016 10:56 WIB
Mentawai Kembali Diguncang Gempa 5,3 Skala Richter Kepulauan Mentawai Sumatera Barat (Sumbar) kembali digoyang gempa berkekuatan 5,3 pada pada Skala Ricter, pada Kamis pukul 09.28.08 WIB. (Dimas Ardian/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepulauan Mentawai Sumatera Barat (Sumbar) kembali digoyang gempa berkekuatan 5,3 pada pada Skala Ricter, pada Kamis pukul 09.28.08 WIB. Bila diurut, ini merupakan gempa susulan ke tujuh kalinya setelah pertama kali terjadi pada Rabu malam

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima di Padang menyebutkan gempa tersebut berpusat pada 5,13 lintang selatan (LS) dan 93,65 bujur timur (BT) berjarak 716 KM arah barat daya Kepulauan Mentawai, pada kedalaman 10 KM di bawah tanah.

Sebelumnya pada pada pukul 07.10.52 WIB Kepulauan Mentawai telah pula digoyang gempa kekuatan 5,8 SR dengan pusat di 4,58 LS dan 94,56 BT berjarak 598 KM arah barat daya Kepulauan Mentawai Sumbar, pada kedalaman 10 KM di bawah tanah.


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mencatat ada enam gempabumi susulan dengan kekuatan yang terus mengecil di Kepulauan Mentawai, pascagempa berkekuatan 7,8 skala richter, Rabu malam (2/3). Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempabumi susulan ini diyakini tidak akan terjadi gempa berkekuatan lebih besar.

“Hingga hari Kamis dini hari pukul 03.00 WIB, tercatat ada enam aktivitas gempabumi susulan. Tidak akan terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar,” kata Daryono dalam keterangan resminya, Kamis (3/3).

Daryono mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu serta informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Pastikan bahwa informasi terkait gempabumi dan tsunami bersumber dari BMKG,” tutur Daryono.

BMKG secara resmi telah mengakhiri peringatan dini tsunami tepat pukul 22.32.42 WIB, setelah terjadi gempa pada pukul 19.47 WIB, Rabu malam. Pantai barat Sumatra dinyatakan aman, sehingga masyarakat pesisir pantai yang sempat melakukan evakuasi diminta kembali ke rumah masing-masing.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempabumi ini terletak pada koordinat 4,92 derajat lintang selatan dan 94,39 derajat bujur timur dengan kedalaman hiposenter 16 kilometer, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak 636 kilometer arah baratdaya Mentawai.

Guncangan gempabumi yang dirasakan di Kepulauan Mentawai dan Kota Padang hanya mencapai skala intensitas II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan rumah sebagai dampak dari peristiwa gempabumi.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk turun ke lapangan untuk memantau dampak gempa Mentawai. Tim Reaksi Cepat BNPB telah diberangkatkan ke Padang dan Mentawai untuk memastikan penanganan pascagempa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD di sepanjang pantai barat Sumatra dan kepulauan yang ada di barat Sumatera, seperti Kepulauan Mentawai, Nias, Simeulue, dan lainnya.

Berdasarkan laporan, kata Sutopo, hingga saat ini belum ada korban jiwa, kerusakan dan tsunami besar yang terjadi di pantai. “Kondisi masyarakat aman dan sudah pulang ke rumah. Pemda dan masyarakat merespons peringatan dini tsunami lebih baik dibanding sebelumnya,” ujar Sutopo dalam keterangan resmi, Kamis pagi. (Antara/bag)