Jokowi Imbau Masyarakat Waspada Peringatan Dini Bencana

Utami Diah Kusumawati, CNN Indonesia | Kamis, 03/03/2016 13:50 WIB
Jokowi Imbau Masyarakat Waspada Peringatan Dini Bencana Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk terus mewaspadai dan menyadari adanya peringatan dini bencana. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk terus mewaspadai dan menyadari adanya peringatan dini bencana. Sehingga, masyarakat bisa merespon cepat dan menentukan langkah perlindungan.

Dalam gempa berkekuatan 7,8 SR yang terjadi pada Rabu (2/3) malam, Jokowi mengaku terus memantau aktivitas gempa serta kondisi di titik-titik terjadinya gempa. Dari pantauan tersebut, dia melihat kesadaran masyarakat akan adanya potensi bencana susulan sudah cukup baik.

"Semuanya sudah menyadari. Itu penting," ucap Jokowi di Bandara Kualanamu, Kamis (3/2) sebagaimana disampaikan oleh Tim Komunikasi Presiden.


Lebih jauh, Jokowi mengatakan saat sistem peringatan dini bencana atau early warning disampaikan, masyarakat langsung merespon dengan bergerak ke suatu tempat atau lokasi yang lebih aman.

"Namun, setelah dilihat, memang betul-betul tidak ada tsunami, masyarakat kembali ke lokasi masing-masing," ujar Jokowi.

Selain imbauan terhadap warga, Jokowi juga telah menginstruksikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meninjau lokasi yang terdampak gempa.

BNPB kemudian diharapkan untuk melakukan komunikasi dengan BPBD secara intensif untuk mengetahui dampak gempa dan upaya penanganan yang perlu diambil pemerintah.

Kepala Pusat Informasi dan Data BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan adanya kepanikan masyarakat dan kemacetan lalu lintas adalah manusiawi.

"Di beberapa daerah khususnya kota Padang terjadi kemacetan karena evakuasi terjadi dengan menggunakan kendaraan bermotor," ujarnya.

Meski demikian, Sutopo menyarankan jika terjadi bencana masyarakat sebaiknya tidak memaksakan diri untuk mengungsi dengan menggunakan kendaraan bermotor.

"Hal ini dapat menyebabkan terlambatnya proses evakuasi karena terhambat kemacetan," ujarnya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,8 SR terjadi di 682 kilometer Barat Daya Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Pakar geologi Surono mengatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami karena terjadi akibat pergeseran dasar laut dengan arah horisontal, bukan vertikal, seperti yang umum terjadi saat tsunami. (bag/bag)