Labora sudah kabur ketika 600 petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, dan Lembaga Pemasyarakatan menjemput ke rumahnya di Sorong, Papua Barat. Dia semula hendak dibawa ke Penjara Cipinang, Jakarta.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan operasi perburuan terhadap Labora ditangani oleh Kepolisian Resor setempat, yakni Polres Sorong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“(Bantuan) tergantung permintaan Kapolda Papua. Kalau butuh bantuan, kami akan kirim,” ujar Agus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/3).
Soal keanggotaan Labora di Kepolisian, Agus belum tahu apakah dia sudah menjalani sidang kode etik atau belum.
"Pemecatan harus melalui sidang etik. Tidak serta-merta pecat. Begitu (putusan) inkrah, akan menjalani sidang kode etik. Dilihat bagaimana rekomendasinya," kata Agus.
Kepala Polres Sorong, Ajun Komisaris Besar Karimudin Ritonga, ketika dihubungi dari Jakarta mengatakan pihaknya masih mengejar Labora.
"Ketika didatangi ke rumahnya di Tampa Garam, dia sudah tidak ada. Tapi kami yakin dia masih ada di Sorong," kata Karimudin.
Namun sejak saat itu pula, Labora disebut menyalahgunakan izin itu untuk pulang ke rumahnya.
Hari ini ketika hendak dijemput dari kediamannya di Tampa Garam, Labora tidak ditemukan.
Labora dianggap berjasa karena kerap berderma di lingkungan tempat tinggalnya. Dia misalnya membangun gereja-gereja di Sorong. (agk)