Tak Mau Gaduh, Jokowi Minta Pembantunya Fokus Kerja

Utami Diah Kusumawati, CNN Indonesia | Jumat, 04/03/2016 21:13 WIB
Tak Mau Gaduh, Jokowi Minta Pembantunya Fokus Kerja Presiden Joko Widodo. (Dok: Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menegaskan kepada para jajaran menterinya untuk tidak memberikan pendapat atas sesuatu yang belum diputuskan olehnya. Selain itu, Jokowi juga meminta agar para menteri fokus bekerja untuk masyarakat alih-alih saling silang pendapat.

"Saya tegaskan para menteri harus fokus pada kerja, kerja dan kerja nyata untuk masyarakat," kata Jokowi usai meninjau lokasi penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI di Jakarta, Jumat (4/3).
Jokowi juga meminta para menteri Kabinet Kerja tidak meributkan hal yang belum diputuskan oleh dirinya. Persoalan blok Masela, katanya, merupakan pekerjaan besar di mana Jokowi perlu mendengarkan masukan dari berbagai pihak.

"Kalau hal kecil pasti sudah saya putuskan. Namun, kalau menyangkut jangka panjang saya harus dapat input yang benar-benar sehingga keputusan bisa jernih untuk negara," ujar Jokowi.


Sebelumnya, melalui akun Twitter-nya, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyindir pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang mengatakan adanya upaya dari oknum tertentu untuk mengganti investor blok Masela.

“Walah.. walah.. Kok sibuk analisa kelakuan sendiri.. Lucu deh,” tulis Rizal dalam status Twitternya.
Selain menuliskan pernyataan tersebut, Rizal juga melengkapi cuitannya dengan gambar Meme Menteri ESDM sedang menutupi mulut dengan kedua tangannya. Sementara di bagian kiri Sudirman, terdapat tangan-tangan yang menunjuk ke arahnya.

Mengomentari insiden tersebut, Mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyarankan agar Presiden Joko Widodo tak lagi memasukan menteri yang sering membuat gaduh dalam perombakan kabinet mendatang.

“Kegaduhan dalam kabinet akan membuat kinerja pemerintahan terhambat,” kata Din di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (4/3).
Din menilai kegaduhan antar menteri di ruang publik memberikan efek pendidikan politik yang buruk. Sebagai satu kesatuan dalam pemerintahan, menteri dinilainya tidak boleh mengedepankan ego sektoral dan harus saling bekerjasama.

"Jadi kita dukung pesan Jokowi agar kabinet jangan saling gaduh. Tak ada lagi permusuhan, apalagi dipertontonkan ke ruang publik," ucapnya. (gil/yns)