"Apa yang tidak politis di negeri ini? Semua pasti politis tapi politisnya untuk kepentingan negara," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/3).
Fadli menyoroti sejumlah temuan pada perkara pembelian tanah Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, antara lain alokasi dana dan lokasi tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk apa Pemprov DKI beli tanah yang landlock? Nilai jual objek pajaknya berbeda dengan tanah di pinggir jalan raya yang bersertifikat hak milik," katanya.
"Beli tanahnya saja sampai Rp755 miliar. Kalau penyalahgunaan dan tindak korupsi, ini masuk dalam kategori grand corruption," ucapnya.
Fadli mempertanyakan tindak lanjut Komisi Pemberantasan Korupsi atas temuan BPK yang menaksir kerugian negara sebesar Rp191 miliar atas pembelian tanah RS Sumber Waras itu.
"Dalam pemahaman umum saja, sudah jelas ada kerugian negaranya," katanya.
Lihat juga:Komisi Hukum DPR Terusik dengan Respons Ahok |
Awalnya BPK sempat meminta Ahok agar membatalkan pembelian tersebut. Namun, pemprov tetap melanjutkan rencana pengadaan lahan itu.