Dia mengatakan dalam melakukan aksinya, pencuri kabel juga merusak lapisan tanah yang ada di terowongan gorong-gorong. Menurut Ahok, sapaan Basuki, hal itu yang membuat tanah Jakarta ambruk.
"Mereka juga rusak banyak terowongan kita. Maka bisa tanah di Jakata tiba-tiba ambruk karena mereka bongkar. Kan air masuk ke dalem, gerus ke dalam," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kabel-kabel lama dicuri, mereka kerjain di dalam. Tembaga sama timahnya. Kabelnya dan bungkusnya murah, ditinggal," tuturnya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mujiyono menduga barang-barang itu tertinggal dalam saluran usai pencuri kabel melakukan aksinya.
"Kami simpulkan sementara telah terjadi tindak pidana pencurian pemberatan berupa pencurian kabel di bawah tanah," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/3).
Untuk memastikan hal tersebut, Mujiyono telah menerjunkan tim yang melakukan penggalian sedalam tiga meter untuk mengambil tumpukan kabel.
"Kami masih menunggu hasil lab untuk memastikan kabel itu apakah punya PLN atau Telkom," tutur Mujiyono.
Kabel-kabel itu, menurut Mujiyono telah berada di dalam saluran selama bertahun-tahun. Menumpuknya kabel-kabel inilah yang membuat saluran menjadi tersumbat.
Mujiyono pun tak menutup kemungkinan adanya lokasi selain di Jalan Medan Merdeka Selatan yang dipenuhi tumpukan kabel.
"Ada kemungkinan di lokasi lain, sekarang sedang kami dalami. Kami selidiki bersama Dinas Tata Air," ujarnya.
(obs)