"Pertumbuhan ekonomi Gross Domestic Product perikanan, sejak ditertibkannya kapal-kapal illegal fishing asing ini, tumbuh menjadi 8,96 persen," ujar Susi di Pangandaran, Jawa Barat, Senin (14/3), saat hendak menyaksikan penenggelaman Fishing Vessel (FV) Viking, kapal pencuri ikan lintas negara.
Peningkatan di sektor perikanan ini, kata Susi, merupakan penyeimbang dari penurunan di pertanian dan pangan, serta menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam memberantas praktik pencurian ikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pemerintah tidak mungkin membagikan uang tunai kepada tiap keluarga setiap hari. Yang bisa pemerintah lakukan hanya menjaga keberlanjutan sumber daya alam supaya ada, lestari, dan makin banyak," kata Susi.
"Banyak organisasi, asosiasi nelayan, termasuk mengatasnamakan serikat nelayan Indonesia yang ingin kapal ingin kapal-kapal eks asing jalan di Indonesia," ujar Susi.
Siang ini, ratusan warga Pangandaran memadati pesisir pantai yang akan menjadi lokasi penenggelaman FV Viking. Kapal ‘hantu’ yang diburu Interpol selama bertahun-tahun itu akan dikaramkan dengan disaksikan Menteri Susi dan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik.
Kapal pencuri ikan lintas negara FV Viking yang menjadi buronan Interpol, sebelum ditenggelamkan pemerintah Indonesia di perairan Pangandaran, Jawa Barat, Senin (14/3). |
Selain warga lokal, para turis asing juga menonton penenggelaman kapal. Mereka berbaur di antara keramaian.
Kapal Viking ditangkap Komando Armada Kawasan Barat TNI AL pada 25 Februari. Saat ditangkap, kapal itu dinakhodai seorang warga Chile, Juan Domingu Nelson Venegas Gonzales. Dia membawahi 11 awak kapal yang berasal dari berbagai negara, termasuk Myanmar, Argentina, Peru, dan Indonesia.
Kebandelan Viking itu membuatnya diberi status kapal nirkewarganegaraan (stateless vessel). Kapal Viking melanggar hukum Indonesia, juga konvensi internasional. Awak kapalnya dituding terlibat penipuan terkait kejahatan perikanan. (agk)
Kapal pencuri ikan lintas negara FV Viking yang menjadi buronan Interpol, sebelum ditenggelamkan pemerintah Indonesia di perairan Pangandaran, Jawa Barat, Senin (14/3).