"Dia bisa dinonaktifkan atau diberhentikan sementara, sambil menunggu kasus diselesaikan secara definitif,” kata Yuddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/3).
Pernyataan Yuddy tersebut keluar menyusul penangkapan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional terhadap Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pelaksana tugas, kata Yuddy, perlu segera diangkat agar roda pemerintahan dapat terus berputar. “Kalau dia terus-menerus diproses hukum, kan akan terjadi kekosongan. Perlu ada pelaksana tugas yang menggantikan,” ujarnya.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyebut sembilan alasan pemberhentian kepala daerah. Tiga dari sembilan alasan yang diatur pasal 78 ayat (2) pada beleid itu antara lain melakukan perbuatan tercela, melanggar larangan bagi kepala daerah dan tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan secara enam bulan berturut-turut.
Kepala BNN Provinsi Sumatera Selatan Brigjen Iswandi Hari menyatakan, Ahmad alias Ofi ditetapkan menjadi tersangka bersama empat temannya.
“Mereka ditangkap tim dari pusat di kediaman orang tuanya di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, setelah kedapatan pesta sabu-sabu,” tuturnya.
Nofiandi yang saat ini berusia 27 tahun memenangkan pilkada. Ia berpasangan dengan Ilyas Panji Alam dengan dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. (abm)