Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mohammad Iqbal, membenarkan isi surat telegram bernomor ST/604/III/2016 tertanggal 14 Maret 2016 tersebut.
Menurut salinan surat telegram yang CNN Indonesia peroleh, Badrodin menunjuk Kapolda Jawa Barat, Irjen Moechgiyarto, untuk menggantikan posisi Tito di Polda Metro Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, Kapolda Riau, Brigjen Dolly Bambang Hermawan, ditugaskan untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Jodie. Jabatan nomor satu di Polda Riau pun akan diisi Brigjen Supriyanto.
Lihat juga:Polri Ganti Tiga Kapolda dan Wakabareskrim |
Saat ini, Polda Sulteng sedang disibukkan dengan pemburuan teroris Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta Pane mendukung langkah Polri mengangkat Tito menjadi Kepala BNPT. Neta memperkirakan, Tito akan dilantik pada Rabu (16/4) mendatang.
"Dengan dilantiknya Tito menjadi Kepala BNPT, saya berharap pemberantasan terorisme di Indonesia berjalan profesional dan proporsional," kata Neta.
Menurut Neta, selama ini kinerja Densus 88 yang sudah maksimal memberantas aksi terorisme kerap dikeluhkan masyarakat lantaran sering kali mengakibatkan kematian para terduga teroris.
Akibatnya, mata rantai jaringan terorisme terputus dan sulit terungkap.
"Tito bukanlah orang baru dalam hal pemberantasan terorisme, namun tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan bersikap tegas dalam menindak serta membersihkan kantong-kantong radikalisme," kata Neta.
Terlebih, kata Neta, enam perwira Polri mendapatkan ancaman langsung dari Suriah sejak tahun lalu. Ancaman itu, kata Neta, harus dapat diantisipasi Tito kelak ketika menjalankan tugasnya.