"Kami tanpa uang bisa beri kepercayaan ke masyarakat. Yang penting dulu orang mengatakan saya melakukan diskriminasi, sekarang Allah menjawab dengan waktu," kata Lulung saat meninggalkan Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (15/2).
Merasa kekurangan biaya, Lulung mengatakan dirinya tidak bisa mengikuti cara Basuki alias Ahok yang membuka kios-kios di pusat perbelanjaan atau mal untuk meraup dukungan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai bakal calon wakilnya, Lulung belum bisa memastikan. Dia masih membuka pintu bagi partai lain yang ingin berkoalisi dan mengajukan calon wakil gubernur mendampinginnya. Walau demikian, dia mengatakan dirinya mempunyai harapan tersendiri soal ini.
"Saya inginnya sama perempuan karena suara perempuan itu harus dimanfaatkan. Biar hak perempuan ada," kata Lulung.
Kedatangan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah itu ke Trunojoyo, menurut polisi, adalah untuk diperiksa terkait kasus korupsi alat catu daya listrik atau uninterruptible power supply (UPS). Namun, Lulung menampik dan mengatakan dirinya hanya ingin bersilaturahmi dengan tetangga yang bekerja di Badan Reserse Kriminal Polri. (rdk)