Menurut Neta, Badorodin akan masuk masa pensiun Juli mendatang. "Awal Agustus diperkirakan sudah ada Kapolri baru," kata Neta kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/3).
Perwira tinggi Bhayangkara yang juga bakal purna tugas dalam waktu dekat adalah Kepala Badan Reserse dan Kriminal Komisaris Jenderal Anang Iskandar (Mei) dan Kepala Badan Intelejen dan Kemanan Komisaris Jenderal Djoko Mukti Haryono (April) .
Peta calon Kapolri bakal terpengaruh mereka yang berpeluang adalah para jenderal bintang tiga (komisaris jenderal). Oleh karena itu, sebelum posisi Kabareskrim dan Kabaintelkam diisi jenderal baru, Neta mengaku belum bisa menyebut calon potensial pengganti Badrodin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala BNPT baru saja mengalami pergantian dari Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution ke Inspektur Jenderal Tito Karnavian.
Meski peluang untuk jadi Kapolri ada pada jenderal bintang tiga, namun menurut Neta, tidak menutup kemungkinan jenderal bintang dua (inspektur jenderal) yang bakal dicalonkan oleh Presiden. Namun syaratnya tetap harus dipromosikan menjadi komisaris jenderal.
Berbeda dengan Neta, Anggota Komisi Kepolisian Nasional Muhammad Nasser mengatakan, mutasi yang terjadi adalah mekanisme normatif. "Ada jenderal pensiun dan jabatannya harus diisi agar tidak kosong," kata Nasser.
Menurutnya, tidak ada kaitan langsung mutasi perwira tinggi Polri dengan makin dekatnya masa pensiun Badorodin Haiti.
Kompolnas sendiri menurut Nasser melihat mutasi ini adalah proses alamiah. Sama halnya dengan suksesi Kapolri pada Juli mendatang. Nasser mengaaku, Kompolnas hingga kini belum menggelar persiapan apapun untuk pencalonan Kapolri. Sesuai dengan undang-undang, Kompolnas bertugas memberi masukan dan pertimbangan kepada Presiden untuk memilih calon Kapolri. (sur)