"Operasi Tinombala diperpanjang dua bulan," ujar Badrodin di Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (10/3).
Dia belum bisa memastikan apakah operasi ini akan melibatkan Kopassus Tentara Nasional Indonesia. Badrodin hanya mengatakan pihaknya telah meminta bantuan Panglima Jenderal Gatot Nurmantyo untuk membantunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama dua bulan ke depan, kata dia, Polri berfokus mengejar Santoso dan menyelesaikan kasus-kasus teroris yang belum tuntas. Kasus terakhir yang terjadi adalah serangan di kawasan Thamrin, Jakarta, Januari lalu.
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah yang baru saja dilantik, Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi, menyatakan siap memimpin operasi tersebut.
"Saya tidak akan di Palu, saya kejar Santoso di manapun dia berada," kata Rudy.
Dia mengatakan jumlah personil yang sudah ada sekarang sebenarnya cukup. Selain itu, belum ada rencana untuk mengganti strategi yang selama ini digunakan.
Bantuan Kopassus, kata Rudy, akan sangat membantu operasi ini.
Lihat juga:Warga Binjai Temukan Bom dan Ratusan Amunisi |
Dia mengakui kondisi geografis dan hutan belantara memang menyulitkan anggota Kepolisian. Karena itu, Rudy berharap bantuan militer dapat memudahkan perburuan yang tak kunjung berakhir ini.
"Geografis memang menyulitkan anggota kami, makanya kami berlatih dan harus optimistis," kata Rudy. (pit)