Hal tersebut disampaikan menyusul adanya pelayat yang membawa bendera ISIS saat prosesi pemakaman jenazah terduga teroris Fonda Amar Solihin di Pemakaman Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat pagi (18/4).
"Tentunya kami data, dan kami jadi tahu masih banyak warga pendukung paham radikal seperti ini," kata Rudy kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas kita lebih tahu lagi ada berapa banyak pendukungnya," kata Rudy.
Seperti diberitakan Detikcom, dalam iring-iringan pelayat Fonda tampak ada orang yang membawa bendera hitam khas ISIS.
Ratusan orang pelayat mengantar Fonda menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Pelayat yang membawa bendera ISIS ikut mengiringi mobil jenazah dengan menggunakan sepeda motor.
Fonda tewas setelah terlibat baku tembak dengan polisi di Poso, Sulawesi Tengah. Ia terlibat kontak tembak dengan petugas Operasi Tinombala yang bertugas mengejar kelompok teroris Santoso.
Fonda merupakan anak dari Joko Parkit yang saat ini ditahan di Penjara Pekalongan atas tuduhan perkara terorisme.
Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan memang ada warga yang menjadi simpatisan teroris di Poso.
"Kami sempat menemukan warga yang membantu logistik para teroris," ujarnya tanpa merinci.
Karena itu, kata dia, sulit untuk menjawab pertanyaan berapa banyak anggota teroris yang saat ini asa di kota tersebut. "Walau sudah banyak yang ditangkap, itu masih bisa bertambah." (bag)