Menurut keterangan ayah kandung salah satu korban kecelakaan helikopter bernama Letnan Dua Penerbang Tito Hadyanov Wibisono (23), jenazah anaknya akan tiba di Halim setelah diberangkatkan dari Kota Poso, Sulawesi Tengah, pukul 11.00 WIB tadi.
"Jadwalnya jam 14.00 WIB hingga 15.00 WIB sampai di Halim, kemudian baru akan ke Taman Makam Pahlawan," ujar ayah kandung Tito, Suprapto, di rumah duka pada kawasan Ampera, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun ditugaskan di daerah konflik, namun Tito disebut tak pernah mengeluh kepada orang tuanya atas tugas yang ia emban. Suprapto berkata bahwa anaknya justru merasa senang ditugaskan di Poso karena banyak teman-teman angkatannya yang juga berada di sana.
"Dia bilang 'Pap ternyata aku ketemu angkatan-angkatanku 2014 banyak di sini.' Terus memang dia pernah cerita, "Papi kan pernah ke Poso, Palu, dan itu daerah pegunungan. Iya pap cuacanya berubah-ubah terus.' Itu dia cerita ke saya dari Selasa (15/3) pekan lalu," katanya.
Sayang, kesenangan Tito mengemban tugas negara di Poso hanya berlangsung singkat. Ia dipastikan tewas bersama 12 prajurit TNI lain yang menumpangi helikopter saat sedang dalam perjalanan dari Napu menuju Kota Poso.
Tito diketahui belum memiliki keluarga sendiri. Namun, pria kelahiran 20 November 1992 itu disebut telah memiliki pacar yang ditinggalkan di Jakarta.
Tito bersama para prajurit TNI yang meninggal merupakan anggota tim Operasi Tinombala bersama Polri. Operasi Tinombala dimulai awal tahun ini, 10 Januari, dan menargetkan menangkap kelompok teroris Santoso dalam 60 hari. (bag)