"Tahun 2014 saya sewa satu unit tambahan, unit nomor 3 untuk dijadikan gudang logistik menjelang Pilpres (Pemilihan Presiden) tapi pengelola minta sewa dua tahun. Ya sudah habis Pilpres unit nomor 3 kosong. Waktu Teman Ahok mau bikin kegiatan mereka kan tidak punya uang buat sewa kantor, saya kasih pakai lantai bawahnya buat Teman Ahok," kata Hasan ketika dihubungi, Senin (21/3).
Pemilihan Presiden telah usai tahun 2014 dengan dilantiknya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun, unit nomor 3 yang telah disewa Cyrus masih memiliki hak sewa hingga tahun ini. Alhasil, Hasan memberikan kesempatan Teman Ahok untuk menggunakan lantai dasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan pengelola ini, diyakini Hasan, milik perusahaan swasta. Alhasil, ia pun tak bersentuhan langsung dengan Pemerintah DKI Jakarta yang dipimpin Ahok.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jakarta M Taufik berinisiasi membentuk panitia khusus untuk menyelidiki aset Pemda DKI Jakarta yang digunakan untuk aktivitas Teman Ahok. Ahok sendiri mengaku tak masalah jika legislatif mengaudit perkumpulan tersebut. Ia justru menantang DPRD untuk menelisik aset DKI Jakarta lainnya yang digunakan partai politik untuk berkantor. (bag)