“Longsor terjadi berulang dan pada Jumat pagi menyebabkan sembilan rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dua rumah rusak ringan dan 29 rumah terancam longsor susulan. Sebanyak 158 jiwa warga RT 3-5 di RW I mengungsi ke SD 2 Clapar, Madukara,” kata Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers, Jumat (25/3).
Menurut Sutopo, kondisi geologi dan topografi secara alamiah di lokasi bencana memang mudah terjadi longsor. Awalnya longsor terjadi Kamis (24/3) pukul 19.00 WIB. Kemudian longsor kedua di tempat yang sama terjadi pada Jumat pukul 01.30 WIB disusul longsor ketiga pada 06.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gubernur Jawa Tengah telah memerintahkan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD terdekat seperti BPBD Kabupaten Wosobo, Banyumas, Purbalingga dan Cilacap membantu evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi. Logistik dan peralatan dikerahkan ke lokasi. Posko penting seperti pengungsian dan dapur umum telah didirikan," katanya.
“Curah hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti Jawa, sebagian Sumatera bagian selatan, Sulawesi dan Papua. Ancaman banjir, longsor dan puting beliung masih tinggi," kata dia. (yul)