"Kami yakin pada saat reformasi ada hal yang perlu dilakukan perbaikan, sehingga sampai dilakukan empat kali perubahan UUD," kata Aburizal di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (30/3).
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Konvensi Nasional Tentang Haluan Negara. Acara itu dihadiri Presiden Kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Presiden Keenam Indonesia Try Sutrisno, dan mantan Ketua DPR Akbar Tandjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Ravik Karsidi menuturkan, dihidupkannya kembali haluan negara bukan untuk kembali ke pemerintahan orde baru. Menurutnya, hal itu menjadi kebutuhan mendesk belakangan ini.
"Ketika absen, ada sesuatu yang hilang. Ketiadaan haluan negara menghilangkan strategi ideologi negra. Ini merupakan strategi keamanan negara bergerak, kodifikasi dari national interest tapi lebih komprehensif," ujar dia. (bag)