Tabrakan, Batik Air-TransNusa Mengklaim Telah Sesuai Prosedur

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Selasa, 05/04/2016 02:30 WIB
Tabrakan, Batik Air-TransNusa Mengklaim Telah Sesuai Prosedur Pesawat Batik Air mengalami kerusakan setelah bertabrakan dengan pesawat TransNusa di landasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (4/4). (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi akan menyelidiki percakapan antara pilot Batik Air dengan pihak pemandu lalu lintas udara atau air traffic controller pasca-insiden bertabrakannya pesawat Batik Air dan TransNusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (4/4) malam.

KNKT akan meminta klarifikasi dan bukti rekaman di menara ATC, pasalnya kedua maskapai ini mengaku telah memenuhi semua prosedur yang harus diikuti.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menyebut pesawat Batik Air sudah mendapat izin untuk lepas landas saat itu dengan jaminan izin dari otoritas bandara Halim Perdanakusuma.


"Pesawat kami mau take off, pesawat sudah diizinkan take off," kata Edward yang hadir dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa pagi (5/4). Batik Air merupakan salah satu maskapai di bawah Lion Air Group
Edward menyebut telah memberikan opsi kepada para penumpangnya untuk diberangkatkan pagi ini. Namun ia menyerahkan keputusan kembali kepada para penumpang.

"Penumpang sudah kami kasih alternatif, pagi akan kami berangkatkan. Tapi kami kembalikan ke penumpang," sebut Edward.

Enggan disalahkan, pihak TransNusa melalui direktur Air Service-nya Juvenille Jodjana mengatakan saat insiden tabrakan terjadi, maskapai TransNusa sedang ditarik untuk dipindahkan dari apron menuju hanggar. Ditegaskan Juvenile, pemindahan pesawat jenis ATR itu sudah sesuai prosedur.
"TransNusa ATR-nya kami sudah selesai hari ini, dan tengah dilakukan pemindahan ke parkiran di selatan. Kita sudah lakukan sesuai prosedur untuk lakukan pemindahan," kata Juvenile saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma semalam.

Soal penyebab insiden tabrakan saat Batik Air hendak lepas landas sekitar pukul 19.55 WIB, Juvenile menyerahkan penelusuran ke KNKT.

Tim KNKT tengah memeriksa rekaman percakapan antara pilot Batik Air dengan pihak pemandu lalu lintas udara.
"Kami besok akan klarifikasi. Di sini juga ada bukti yang merekam komunikasi antara tower dan pesawat. Kami akan buka rekaman di tower juga, kami tulis transkripnya apa yang terjadi, di mana masalahnya. Besok baru kita lakukan pendalaman," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

Selain memeriksa rekaman komunikasi, KNKT juga meneliti kotak hitam di pesawat Batik Air yang membawa 49 penumpang dan tujuh kru, juga kotak hitam pesawat TransNusa yang tertabrak saat sedang ditarik menuju hanggar untuk parkir. (pit/pit)