"Pemerintah enggak pernah bicara tebusan," kata JK usai menghadiri Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.
Diberitakan sebelumnya, Abu Sayyaf disebut meminta tebusan sebesar Rp15 miliar untuk sepuluh WNI yang mereka sandera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyerbuan militer Filipina ke markas kelompok militan Abu Sayyaf pada Sabtu (9/4) di Basilan menewaskan 18 tentara Filipina dan lima militan. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi terkait 10 warga negara Indonesia anak buah kapal Anand 12 yang disandera militan itu sejak akhir Maret lalu.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan hingga kini Kemlu tidak menerima informasi bahwa sandera WNI berada di lokasi penyerbuan.
"Kami tidak pernah memperoleh informasi bahwa 10 WNI ada di daerah Basilan," ujar Iqbal melalui pesan kepada CNN Indonesia.com pada Minggu (10/4).
Sementara, Dubes RI untuk Filipina, Johny Lumintang menyatakan belum ada informasi resmi yang signifikan dari pemerintah Filipina soal nasib 10 WNI yang disandera. Pihaknya masih memantau soal kondisi mereka. (bag)