"BNPT perlu memberikan penjelasan kepada publik, meskipun tidak gampang karena masyarakat saat ini cenderung tidak percaya," kata Habib dalam rapat dengar pendapat Komisi III bersama BNPT di Jakarta, Rabu.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan terorisme adalah musuh bersama seluruh bangsa Indonesia. Dengan kondisi perekonomian yang sedang sulit seperti ini, BNPT perlu memberikan penjelasan secara bijak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Habib, BNPT perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang definisi terorisme yang sebenarnya karena ada beberapa kejadian serupa terjadi, tetapi kemudian tidak disebut sebagai teroris.
Habib menyoroti tentang adanya pemberitaan media yang menyebutkan ratusan orang yang dibaiat oleh kelompok ISIS. Dia mempertanyakan siapa yang membaiat itu dan mengapa tidak ditangkap.
"Atau apakah membaiatnya dengan teknologi, melalui 'teleconference'. Jadi yang membaiat 'teleconference' langsung dari Suriah," katanya. (pit)