Menurut Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, akan ada saatnya sprindik baru untuk Dahlan dikeluarkan. Namun, Prasetyo enggan memberi kepastian waktu penerbitan sprindik tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah lepasnya status tersangka dari diri Dahlan, Kejati DKI Jakarta sempat berjanji akan menerbitkan sprindik baru bagi eks Menteri BUMN tersebut. Namun, sampai saat ini sprindik dijanjikan tersebut belum juga diterbitkan lagi.
Dalam menangani kasus La Nyalla, Kejaksaan melalui Kejaksaan Tinggi Jawa Timur langsung bergerak menerbitkan sprindik baru selang beberapa jam setelah Pengadilan Negeri Surabaya menerima gugatan praperadilannya.
La Nyalla diketahui sempat bebas dari status tersangka kasus korupsi dana hibah pada Kadin Jawa Timur, Selasa (12/4) lalu. Namun, sprindik penetapan tersangka baru untuknya juga langsung diterbitkan di hari yang sama oleh Kejati Jawa Timur.
La Nyalla ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur senilai Rp5,3 miliar. Ia diduga menggunakan dana hibah Kadin sebesar Rp5,3 miliar untuk kepentingan pembelian saham dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering) Bank Jatim pada 2012.
Sementara itu, Dahlan sempat diduga melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dalam kasus gardu induk listrik.
(obs)