Ketua Kadin Roslan Roeslani mengatakan dalam pertemuan dengan KPK, pihaknya telah sepakat bekerjasama untuk membuat sosialisasi hukum terhadap seluruh anggota Kadin agar memahami koridor hukum bisnis.
"Intinya kami ini ingin mencari keseimbangan antara dunia usaha dan dari segi penegakan hukum agar perkembangan dunia bisnis berkembang," ujar Roslan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Wakil Ketua Hubungan Antar Lembaga Kadin Bambang Soesatyo menuturkan, dua usaha yang ada di Indonesia kerap dibarengi dengan praktik suap, pemerasan, dan gratifikasi.
Lebih lanjut, ia mencontohkan, dalam membuat rumah sakit dan sekolah ada lebih dari seratus izin yang harus dipenuhi oleh pengusaha. Ia menilai hal tersebut berdampak pada lamanya proses pembangunan dan menimbulkan praktik pelanggaran hukum.
"Itu yang kita laporkan, yang mempersulit. Terutama dalam segi waktu," ujarnya.
"Dari kami memang ada yang serakah. Itu yang harus kami cegah agar tidak melakukan hal-hal tidak terpuji yang merugikan masyarakat dan negara," ujar Bambang. (yul)