Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan membantah pembentukan crisis center membuat pengambilan keputusan tidak terpusat kepada presiden.
"Jadi kalau ada orang yang bilang proses pengambilan keputusan di negeri ini multipilot itu tidak benar," kata Luhut di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pembahasan di lembaga itu, ujar Luhut, kemudian dilaporkan kepada presiden sebagai langkah alternatif pengambilan keputusan, dalam menghadapi suatu persoalan.
"Kira-kira, dua minggu lalu presiden instruksikan proses pembentukan crisis center," ujar Luhut.
"Kami mau bikin jadi satu crisis center sehingga proses pengambilan keputusannya bisa jadi padu cepat," kata Luhut.
Bentuk crisis center tersebut, kata Luhut, semacam organisasi kerangka yang kegiatan kesehariannya dikelola di kantor Kemenko Polhukam. Presiden yang akan memimpin langsung crisis center tersebut.
Sementara unsur yang akan mengisi di dalamnya terdiri dari anggota tetap dan tidak tetap. "Anggota tetap misalnya kementerian, Panglima TNI, Kapolri, BIN," ujar Luhut.
Jumat (22/4) pekan lalu, Luhut telah membahas pembentukan crisis center itu bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. (bag)