Luhut Bentuk Tim Verifikasi Kuburan Massal Korban 1965

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Senin, 09/05/2016 14:34 WIB
Luhut Bentuk Tim Verifikasi Kuburan Massal Korban 1965 Bedjo Untung dari YPKP 1965 menemui Menko Polhukam Luhut Pandjaitan di Jakarta, Senin (9/5). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan akan membentuk sebuah tim terpadu untuk memverifikasi kuburan massal korban Peristiwa 1965.

Luhut menuturkan, tim terpadu tersebut akan bekerja di Jawa dan Sumatera. Menurut data yang dipegang Luhut, kuburan massal itu antara lain berada di Pati dan Wonosobo, Jawa Tengah.

"Kami mau siapkan tim untuk melihat beberapa kuburan yang dilaporkan berada di sana. Segera (waktunya), sekarang kami ingin cari secara acak di beberapa tempat," ujarnya di Jakarta, Senin (9/5).


Pagi tadi Luhut bertemu dengan perwakilan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965. Pada pertemuan itu, kelompok korban itu meminta Luhut menjamin keberadaan kuburan massal korban peristiwa 1965.

Ketua YPKP 1965 Bedjo Untung berkata, kuburan-kuburan massal itu terancam digusur kelompok tertentu.

"Jaminan keamanan mereka jangan diganggu. Nanti kan Kemenko Polhukam akan kirim tim ke sana, terpadu, untuk melihat itu," katanya.

Beberapa anggota YPKP 1965 yang tinggal di Pati dan Pekalongan, Jawa Tengah, mengaku acap kali mendapatkan intimidasi dari aparat keamanan.

YPKP mencatat, setidaknya terdapat 122 kuburan massal korban 1965 di kawasan Sumatera dan Jawa. Bedjo berkata, situs tersebut dapat dibuktikan keberadaannya.

"Saya bisa memperkirakan itu baru dua persen. Bayangkan dua persen saja sudah ada 122 (kuburan massal)," ujarnya.

Bedjo menuturkan, lembaganya mencari lokasi kuburan massal dengan berbagai metode penelitian, antara lain wawancara keluarga korban dan masyarakat di sekitar tempat tinggal korban. (abm/utd)