"Saya tanya sama camat dan wali kota ada apa, apakah begitu penting? Kan saya sampaikan yang prioritas digusur adalah kalau mau normalisasi sungai, waduk, atau jalur hijau. Itu yang penting yang akan kami tertibkan," kata Basuki alias Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/4).
Warga Kampung Lauser menempati tanah milik PD Perusahaan Air Minum Jakarta Raya (PAM Jaya) yang peruntukannya untuk lahan hijau dan tidak boleh dijadikan tempat tinggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Direktur Utama PD PAM Jaya) bilang mau bangun RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak). Oke, RPTRA bagus, tapi kalau rusunnya belum siap, perlu enggak ditertibkan?" kata Ahok.
Menurut Ahok, penggusuran baru dapat dilakukan jika rumah susun telah selesai dibangun. Selain itu, Ahok menilai penertiban Kampung Lauser tidak memiliki alasan kuat.
Ahok mencontohkan penertiban Pulo Mas yang akan dibangun untuk arena pacu kuda Asian Games 2018. Jika tak segera dilakukan, pembangunan akan terhambat dan target arena tersebut pada Asian Games 2017 tidak tercapai.
Lihat juga:Dilema Gaya Penggusuran Ahok di Luar Batang |