"Kami atas nama pemerintah berduka atas berpulangnya Ibu Siti Rahmani Rauf. Insya Allah, kami doakan agar beliau mendapatkan tempat termulia di sisi Allah," ujar Anies di Kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan, Rabu (11/5).
Menurut Anies, Siti telah berjasa besar dalam memberikan ilmu yang bermanfaat bagi negara. Ia menyebut bahwa wanita kelahiran Padang itu meninggalkan 'sidik jari' yang menempel pada puluhan juta anak Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai seorang Muslim, Anies mengaku percaya bahwa seseorang yang meninggal akan putus pahalanya, kecuali tiga hal yang salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.
Siti meninggalkan sembilan orang anak yang terdiri dari lima perempuan dan empat laki-laki. Berdasarkan keterangan keluarga kepada CNNIndonesia.com di sela-sela proses persemayaman jenazah di kawasan Petamburan, Siti sebenarnya bukan penulis buku Ini Budi, seperti yang diberitakan media. Alih-alih, ia adalah pembuat alat peraga untuk membantu anak memahami isi buku wajib itu.
Lihat juga:Penulis Buku Peraga 'Ini Budi' Tutup Usia |
Sekolah-sekolah, pada masa itu, menggunakan metode SAS di mana di dalam buku Bahasa Indonesia kelas 1 terdapat pembelajaran tentang tokoh Budi. Siti lantas diminta oleh tetangganya yang memiliki rekan di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat alat bantu peraga. Ia menerima tawaran tersebut karena memiliki keahlian menggambar.
Alat peraga ini dibuat seperti sebuah permainan yang mendorong siswa aktif dan mampu menyerap pembelajaran dengan baik. Selain alat peraga 'Ini Budi', Siti pun membuat beberapa karya tulis, seperti dongeng nusantara dan cerpen.
Sampai masa tuanya, belum ada penghargaan yang diterima Siti. Namun, menurut keluarganya, ia tak pernah mengeluh. Meski demikian, ia tetap bangga akan hasil karyanya, karena lewat karya itulah ia bisa menunaikan ibadah haji pada 1986. (bag)