Ahok Sebut Pemukiman di Tepi Ciliwung Seperti Kandang Burung

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 18/05/2016 22:22 WIB
Ahok Sebut Pemukiman di Tepi Ciliwung Seperti Kandang Burung Ahok menyebut pemukiman di tepi Ciliwung seperti kandang burung. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengibaratkan warga pemukiman kumuh di bantaran Sungai Ciliwung seperti tinggal di kandang burung. Karena itu Gubernur yang biasa disapa Ahok ini heran jika ada yang menyebut penertiban bantaran sungai disebut melanggar hak asasi manusia.

Padahal upaya penertiban tersebut salah satunya bertujuan untuk membawa wara ke tempat tinggal yang lebih manusiawi yakni rumah susun.

"Membiarkan orang tinggal seperti di kandang-kandang burung itu, lebih tidak manusiawi," kata Ahok usai menyusuri Sungai Ciliwung, Rabu (18/5).

Menurutnya, warga yang tinggal di bantaran Ciliwung tak bisa terus dibiarkan. Selain tidak layak, lokasi tersebut juga rawan bencana banjir.


Karena itu Ahok juga meminta para aktivis lembaga swadaya masyarakat untuk tidak menghalangi penertiban dan juga proses normalisasi Kali Ciliwung. Ia mengklaim warga yang telah pindah ke rumah susun hidupnya menjadi lebih baik.

Pemprov DKI Jakarta menyediakan 31 rusun yang terdiri dari 20 ribu unit untuk para warga bantaran sungai ini. Ditargetkan seluruh rusun itu pembangunannya bisa diselesaikan tahun depan. Sementara 50 ribu unit rusun lain masih dalam tahap perencanaan.

Adapun proses normalisasi Kali Ciliwung yang ditargetkan selesai tahun ini baru berjalan 49 persen. Total panjang kawasan yang aka ditertibkan adalah 19 kilometer, namun baru bisa ditertibkan 9 kilometer.

Normalisasi Kali Ciliwiung merupakan proyek untuk mengembalikan lebar Kali Ciliwung menjadi 35-50 meter. Kini sungai yang membelah kawasan ibu kota itu hanya selebar 10-20 meter.

Nantinya si sepanjang sisi sungai akan dibuat tebing beton, pembangunan tanggul, dan jalan inspeksi.

Pemprov DKI Jakarta mengklaim normalisasi Kali Ciliwung akan meningkatkan daya tampung air dan sembilan kawasan di Jakarta bebas dari banjir. Wilayah tersebut yaitu Bukit Duri, Kebon Baru, Bidara Cina, Kampung Melayu, Pengadegan, Gang Arus, Rawajati, Kalibata, dan Kramatjati. (sur/sur)