Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan pemilihan Setu Babakan sebagai lokasi pencanangan adalah karena nilai historis dari kawasan yang terletak di Jakarta Selatan tersebut. Sesuai dengan namanya, Setu Babakan memang menjadi pusat pelestarian budaya betawi di DKI Jakarta.
"Melalui pencanangan ini kita sekaligus berupaya memasyarakatkan wisata budaya Setu Babakan," ujar Basuki saat memberikan sambutan, Sabtu (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pria yang akrab disapa Ahok tersebut membuka acara Festival Palang Pintu yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Gelaran tersebut juga termasuk salah satu rangkaian acara perayaan Ulang Tahun ke-489 DKI Jakarta.
Uniknya, Festival Palang Pintu tahun ini tak lagi dibiayai oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melainkan hasil swadaya. Ini juga menjadi festival pertama di mana akhirnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan benar-benar tak mengeluarkan uang untuk mengadakannya.
"Terima kasih pada panitia karena ini pertama kalinya ada festival yang tak mengeluarkan uang dari APBD," kata Ahok.
Ahok menjelaskan sistem baru yang dia terapkan ini diharapkan bisa meningkatkan aspek di bidang lain, salah satunya membiayai sanggar-sanggar. Hal tersebut mungkin saja terjadi mengingat pada tahun-tahun sebelumnya DKI Jakarta mengeluarkan terlalu banyak uang hanya untuk menggelar sebuah festival.
Meski demikian Ahok menegaskan tidak anti dengan pagelaran festival di DKI Jakarta. Dia hanya tidak ingin acara festival menjadi lebih penting daripada program lain yang sebenarnya lebih penting. (pit)