Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Ambon Heri Setyobudi mengatakan, putusan MA terhadap Reny juga lebih berat dari putusan majelis hakim PN Ambon yang menghukumnya dengan penjara seumur hidup.
"Petikan putusan MA menyatakan menolak kasasi penasihat hukum terpidana dan memperkuat putusan Pengadilan Tinggi Ambon, sudah kami terima," ujar Heri di Ambon, Senin (6/6), dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa pembunuhan massal berawal dari perselisihan antara terdakwa dengan istrinya, yaitu Nyaneng Nurtalu (30). Saat itu, Reny mengajak sang istri untuk berhubungan badan. Namun ajakannya mendapat penolakan.
Terdakwa yang kesal langsung membacok sang istri di bagian pelipis kiri, lengan, serta menusuk kemaluan korban hingga tewas. Tindakan yang dilakukan Reny diketahui dilatari oleh rasa curiga atas dugaan sang istri berselingkuh dengan pria lain, yaitu Herman Solisa.
Usai membunuh istrinya, Herman lantas bergegas ke kediaman Herman. Di sana ia menghabisi Herman (15) dengan cara dibacok pada bagian kepala. Setelah itu, ia juga menusuk Yanci Nacikit (9) yang sedang tertidur pulas dan memarang leher Jonan Solisa, serta Wellem Solisa hingga tewas.
Sementera empat orang lain berhasil selamat dan mengalami cacat permanen karena terkena senjata tajam. (pit)